PKWT vs PKWTT — Mana yang Lebih Menguntungkan?
Kontrak kerja kontrak vs tetap, beda hak & konsekuensi
| Aspek | PKWT (Kontrak) | PKWTT (Tetap) |
|---|---|---|
| Jangka waktu | Tertentu (max 5 tahun) | Tidak tertentu |
| Format kontrak | Wajib tertulis | Bisa lisan (tapi dianjurkan tertulis) |
| Probation/percobaan | TIDAK boleh ada masa percobaan | Max 3 bulan probation |
| Hak BPJS | Dapat BPJS Kesehatan + Ketenagakerjaan | Sama, dapat BPJS lengkap |
| Hak cuti tahunan | Setelah kerja 12 bulan | 12 hari/tahun setelah 12 bulan |
| Pesangon saat berakhir | Kompensasi 1 bln upah/12 bln kerja | Pesangon penuh sesuai PP 35/2021 |
| PHK lebih mudah? | Otomatis berakhir saat habis kontrak | Sulit (butuh alasan valid) |
| JKP (Jaminan Kehilangan Pekerjaan) | Dapat (peserta BPJS Ketenagakerjaan) | Dapat (peserta BPJS Ketenagakerjaan) |
| Stabilitas finansial | Kurang (bisa tidak dilanjut) | Tinggi (kontrak tetap) |
| Negosiasi gaji | Lebih sulit (status temporary) | Lebih kuat (status permanent) |
✦ Verdict
PKWTT lebih menguntungkan untuk karyawan jangka panjang (stabilitas + pesangon). PKWT lebih cocok untuk pekerjaan musiman/proyek atau saat masih trial sebelum jadi tetap. Sejak UU CK 2020, PKWT max 5 tahun — setelah itu otomatis jadi PKWTT.
Pilih PKWT (Kontrak) kalau...
Untuk: pekerjaan proyek, musiman, freelancer formal, posisi yang masih dalam evaluation phase. Atau jika perusahaan minta status PKWT saat baru hire.
Pilih PKWTT (Tetap) kalau...
Untuk: posisi permanent (staff tetap, manager, eksekutif). Mayoritas karyawan ingin status ini karena lebih stabil & dapat pesangon penuh saat PHK.