Surat Kuasa Notariil vs Bawah Tangan — Mana yang Wajib?
Kekuatan hukum berbeda dramatis
| Aspek | Surat Kuasa Bawah Tangan | Surat Kuasa Notariil |
|---|---|---|
| Dibuat di mana | Sendiri (cukup materai) | Notaris dengan akta |
| Biaya | Materai Rp 10K | Rp 500K - 2jt (notaris) |
| Kekuatan hukum | Mengikat antar pihak | Mengikat + akta autentik (kekuatan pembuktian sempurna) |
| Diterima BPN untuk balik nama? | TIDAK | WAJIB |
| Diterima Bank untuk transaksi besar? | Sering tidak | Iya |
| Pengadilan sebagai bukti | Mengikat tapi bisa dibantah | Sulit dibantah (autentik) |
| Cocok untuk | Urusan kecil internal keluarga | Transaksi formal: properti, perbankan, hukum |
✦ Verdict
Untuk transaksi properti, perbankan, atau yang berdampak hukum besar: WAJIB notariil. Untuk urusan kecil (kerabat ambil dokumen di kantor): bawah tangan cukup. Risk pakai bawah tangan untuk transaksi besar: ditolak BPN/bank.
Pilih Surat Kuasa Bawah Tangan kalau...
Untuk: ambil dokumen di kantor pemerintah, ambil paket di kantor pos, mewakili dalam pertemuan informal. Jangan untuk transaksi finansial atau properti.
Pilih Surat Kuasa Notariil kalau...
Untuk: balik nama sertifikat di BPN (WAJIB), urus kredit di bank atas nama orang lain, akta hibah, akta wasiat, transaksi properti formal.