Resign vs PHK — Beda Konsekuensi & Hak Karyawan
Mundur sukarela vs di-PHK perusahaan
| Aspek | Resign (Mundur Sukarela) | PHK (Pemutusan Hubungan Kerja) |
|---|---|---|
| Inisiator | Karyawan | Perusahaan |
| Notice period | Min 30 hari (one month notice) | Tergantung alasan PHK |
| Pesangon | TIDAK dapat | Dapat (sesuai PP 35/2021, kecuali pelanggaran berat) |
| Uang pisah / goodwill | Kalau diatur PKB | Wajib dibayar kalau PHK normal |
| JKP (Jaminan Kehilangan Pekerjaan) | TIDAK dapat | Dapat (kalau bukan pelanggaran berat) |
| JHT BPJS | Bisa dicairkan setelah 1 bulan non-aktif | Sama |
| Reputation impact | Netral (umumnya) | Bisa negatif (terutama PHK pelanggaran) |
| SLIK OJK | Tidak terdampak | Tidak terdampak (kecuali ada masalah finansial) |
| Lamaran kerja baru | Mudah (status mundur baik-baik) | Bisa diminta penjelasan |
✦ Verdict
Kalau perusahaan SARAN resign 'baik-baik' tapi sebenarnya mau PHK Anda, TOLAK. Paksa mereka issue surat PHK formal supaya dapat pesangon + JKP. Resign sukarela = lepas semua hak finansial.
Pilih Resign (Mundur Sukarela) kalau...
Saat Anda BENAR-BENAR mau pindah kerja (offer baru, urusan keluarga, lanjut studi, dll). Selalu kasih notice 30 hari, handover yang baik untuk reputasi.
Pilih PHK (Pemutusan Hubungan Kerja) kalau...
Kalau perusahaan yang inisiasi pengakhiran. Pastikan perusahaan issue surat PHK formal dengan alasan yang jelas, supaya hak pesangon & JKP terpenuhi.