Pilih Contoh sesuai Situasi
- Resign baik-baik (full notice)Format paling profesional dengan one-month notice + ucapan terima kasih kuat
- Resign mendesak (kurang dari notice period)Untuk situasi urgent — sakit, pindah kota, kondisi keluarga
- Resign karena sakit / kesehatanFormat dengan penjelasan kondisi kesehatan secara profesional
- Resign karena pindah kota / domisiliUntuk yang harus resign karena alasan geografis
FAQ Surat Pengunduran Diri (Resign)
Berapa lama notice period yang harus saya berikan?
Berdasarkan UU Cipta Kerja, standar notice period untuk PKWTT (karyawan tetap) adalah 30 hari sebelum tanggal efektif resign. Untuk posisi manajerial / senior, kontrak kerja sering mensyaratkan 60 hari. Cek kontrak Anda untuk angka pastinya. Untuk PKWT (kontrak), berikan minimal sesuai kontrak.
Apakah surat resign harus diserahkan langsung ke atasan?
Praktik terbaik: (1) sampaikan secara verbal dulu ke atasan langsung dalam meeting 1-on-1, (2) lalu serahkan surat formal ke HRD dengan tembusan ke atasan. Hindari resign mendadak via email tanpa percakapan dulu — itu unprofessional dan bisa rusak relasi karier.
Apa hak saya setelah resign?
Untuk PKWTT: gaji terakhir + uang pisah/penghargaan masa kerja sesuai kontrak (tergantung kebijakan perusahaan, tidak wajib UU). BPJS Ketenagakerjaan: JHT bisa diklaim 1 bulan setelah resign. JKP (kalau eligibilty): bisa apply manfaat 6 bulan. JP: bisa diklaim saat usia pensiun. Untuk PKWT: kompensasi PHK proporsional sesuai PP 35/2021.
Apa yang harus disiapkan sebelum resign?
(1) Cek kontrak kerja untuk notice period & klausul exit, (2) Hitung sisa cuti & potensi kompensasinya, (3) Backup data personal di laptop kerja, (4) Inventarisasi serah terima pekerjaan (handover document), (5) Update LinkedIn & CV, (6) Persiapkan dokumen untuk klaim BPJS, (7) Pastikan ada kesepakatan tertulis untuk gaji terakhir & THR pro-rata kalau ada.